Ayat Nats
Engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah.
Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?
Bacaan Alkitab
19:1 Saul mengatakan kepada Yonatan, anaknya, dan kepada semua pegawainya, bahwa Daud harus dibunuh. Tetapi Yonatan, anak Saul, sangat suka kepada Daud, 19:2 sehingga Yonatan memberitahukan kepada Daud: "Ayahku Saul berikhtiar untuk membunuh engkau; oleh sebab itu, hati-hatilah besok pagi, duduklah di suatu tempat perlindungan dan bersembunyilah di sana. 19:3 Aku akan keluar dan berdiri di sisi ayahku di padang tempatmu itu. Maka aku akan berbicara dengan ayahku perihalmu; aku akan melihat bagaimana keadaannya, lalu memberitahukannya kepadamu." 19:4 Lalu Yonatan mengatakan yang baik tentang Daud kepada Saul, ayahnya, katanya: "Janganlah raja berbuat dosa terhadap Daud, hambanya, sebab ia tidak berbuat dosa terhadapmu; bukankah apa yang diperbuatnya sangat baik bagimu! 19:5 Ia telah mempertaruhkan nyawanya dan telah mengalahkan orang Filistin itu, dan TUHAN telah memberikan kemenangan yang besar kepada seluruh Israel. Engkau sudah melihatnya dan bersukacita karenanya. Mengapa engkau hendak berbuat dosa terhadap darah orang yang tidak bersalah dengan membunuh Daud tanpa alasan?" 19:6 Saul mendengarkan perkataan Yonatan dan Saul bersumpah: "Demi TUHAN yang hidup, ia tidak akan dibunuh." 19:7 Lalu Yonatan memanggil Daud dan Yonatan memberitahukan kepadanya segala perkataan itu. Yonatan membawa Daud kepada Saul dan ia bekerja padanya seperti dahulu.
4:1 Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini. 4:2 Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang. 4:3 Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya. 4:4 Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka. 4:5 Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah. 4:6 Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang. 4:7 Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang. 4:8 Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang." 4:9 Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya, 4:10 maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata: 4:11 "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."
Ketika kita masih kanak-kanak, mungkin kita pernah ditegur dan dimarah oleh orang tua kita karena melakukan kesalahan. Mungkin saat itu kita merasa sedih atau bahkan menganggap orang tua kita tidak sayang kepada kita. Namun, seiring berjalannya waktu saat kita tumbuh dewasa, kita menyadari bahwa teguran dan didikan itu justru merupakan bukti kasih sayang orang tua kepada kita. Orang tua yang mengasihi tidak akan membiarkan anaknya terus berjalan di jalan yang salah.
Demikian pula Allah bekerja dalam hidup umat-Nya. Melalui Nabi Yeremia, Tuhan berfirman, “Engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah.” (Yer. 30:11). Allah tidak menutup mata terhadap dosa. Ia mendidik umat-Nya dengan tegas agar mereka menyadari kesalahan dan kembali kepada-Nya. Namun di balik ketegasan itu terdapat janji yang menghiburkan: Tuhan tidak akan menghabiskan umat-Nya. Didikan-Nya bertujuan membentuk dan memulihkan, bukan membinasakan. Kebenaran ini dipertegas oleh Rasul Paulus, “Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?” (Rm. 2:4). Kemurahan Allah bukanlah pembiaran dan kesempatan untuk terus hidup dalam dosa, melainkan undangan penuh kasih agar kita bertobat. Kasih-Nya bukan hanya mengampuni, tetapi juga mendidik dan mengubah hidup kita. oleh sebab itu, jangan menolak ketika Tuhan menegur kita melalui firman-Nya, melalui nasihat orang lain, atau melalui peristiwa yang Tuhan maksudkan untuk menyadarkan kita. Mungkin didikan itu tidak selalu nyaman, tetapi selalu bertujuan baik. Allah tidak sedang menjauhkan kita, melainkan sedang membentuk kita agar semakin serupa dengan Kristus.
Mari kita menyambut kasih Allah yang mendidik dan menyelamatkan. Rendahkan hati untuk memeriksa diri dan bertobat ketika menerima teguran, dan percayalah bahwa didikan Tuhan selalu lahir dari kasih-Nya yang ingin memulihkan dan membawa kita kepada kehidupan yang berkenan di hadapan-Nya.
Doa
Bapa, kami bersyukur atas kasih-Mu yang mendidik, menegur, dan menuntun kami kembali ke jalan yang benar. Berikanlah kami kerendahan hati untuk menerima didikan-Mu dan keberanian untuk sungguh-sungguh bertobat. Bentuklah hidup kami setiap hari agar semakin serupa dengan Kristus dan memuliakan nama-Mu. Di dalam Kristus Tuhan kami memohon, Amin.
Pokok Doa Harian Puji dan Janji
Pelayanan Gereja di dunia
Untuk kekuatan hidup kerohanian gereja - gereja; pelayanan Firman Tuhan kepada semua manusia, untuk pendidikan dan pembinaan para pendeta, penginjil, guru jemaat, guru agama dan para pelayan yang lain. Pelayanan bagi masyarakat; dibidang ekonomi, seni atas petugas - petugas dan keluarganya.
Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!
Minggu, 2026-10-25
Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.
Ia yang duduk di atas tahta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!”